Paragraf

December 22, 2009

Paragraf

Definisi : Kesatuan kalimat yang mendukung satu pikiran utama.

Syarat paragraf yang baik adalah :

  1. Memiliki pikiran utama
  2. Memiliki beberapa kalimat penjelas
  3. Unity ( Kesatuan )
  4. Konverensi
  5. Harmonis

Suatu paragraf juga harus memiliki tema . Tema itu bisa berupa ide pokok, pokok pikiran, gagasan utama, atau pikiran utama.

Jenis-jenis paragraf :

  1. Berdasarkan letak pikiran utama
    1. Deduktif (Umum-Khusus) : gagasan utama terletak di awal paragraf
    2. Induktif (Khusus-Umum) : gagasan utama terletak di akhir paragraf
    3. Deduktif-Induktif (Campuran) : gagasan utama terletak di awal dan akhir paragraf
    4. Narasi-Deskripsi : gagasan utama tersebar
  2. Berdasarkan jenis karangan
    1. Eksposisi

Adalah karangan yang menjelaskan atau memaparkan tentang suatu hal. Tujuannya untuk menyampaikan informasi secara efisien.

Alat : Logika (Fakta, Grafik, Analisis, Sintesis, Tabel)

Ciri kata tugas : ialah, adalah, tugas

Contoh : – Pembuatan Tahu dan Tempe

  1. Argumentasi

Adalah karangan berupa pendapat dengan data-data dan biasanya diikuti pendapat para ahli. Tujuannya adalah untuk menyakinkan pembaca dan pendengar dengan apa yang disampaikan.

Alat : Logika (Fakta, Grafik, Analisis, Sintesis, Tabel)

Ciri kata tugas : maka, jadi, seharusnya, oleh sebab itu, oleh karena itu

Contoh : Artikel

  1. Persuasi

Adalah karangan yang berupa ajakan. Tujuannya untuk mempengaruhi pembaca.

Alat : Sugesti, fakta yang dibesar-besarkan

Ciri kata tugas : menggunakan partikel “lan”

Contoh : iklan

  1. Narasi

Adalah karangan berupa cerita/menceritakan. Tujuannya untuk menambah pengetahuan.

Alat : imajinatif fiktif dan non fiktif

Contoh : novel, cerpen, cerber

Ciri kata tugas : kronologis waktu (Pada suatu hari, Pada zaman dahulu)

  1. Deskripsi

Adalah karangan yang menggambarkan/melukiskan. Tujuannya agar kita bisa mengetahui bentuk objek yang dibicarakan.

Alat : imajinasi fakta dan non fakta

Ciri kata tugas : Objek

Contoh : Pendeskripsian sesuatu hal.

Penulisan Huruf Kapital

December 22, 2009

Penulisan Huruf Kapital

  • Awal Kalimat

Contoh : Budi belajar di rumah.

  • Petikan Langsung

Contoh : Budi berkata ,”Harap tenang!”

  • Unsur yang berhubungan dengan keagamaan, nama/pengganti  nama Tuhan, kitab suci

Contoh : Kristen – Allah – Mahakuasa – Alkitab

  • Nama yang diikuti gelar

Contoh : Pangeran Diponegoro

  • Sapaan Langsung

Contoh : Siapa nama Bapak ?

  • Nama hari, bulan, dan tahun

Contoh : hari Jumat, bulan Oktober, tahun Masehi

  • Unsur  Singkatan/Gelar

Contoh : Dr, Ir , USU

  • Unsur yang berhubungan dengan geografis dan peristiwa sejarah

Contoh : Danau Toba, G-30S/PKI

  • Nama Suku, Bahasa & Bangsa

Contoh : Suku Dayak, bahasa Indonesia, bangsa Italia

  • Judul Buku

Contoh : Hati yang Mendua

Puisi

December 22, 2009

Puisi

Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang indah dengan syarat-syarat tertentu.

Jenis – jenis puisi :

A. Puisi Lama

1. Pantun

Ciri-ciri :

  • Terdiri dari 4 bait
  • Bersajak ab-ab
  • Bait 1 sampai 2 : Campuran
  • Bait 3 sampai 4 : Isi
  • Terdiri dari 4 sampai 8 suku kata

Contoh :

Kalau ada jarum yang patah

Jangan disimpan di dalam peti

Kalau ada kata yang salah

Jangan disimpan di dalam hati

2. Gurindam

Yaitu puisi yang berisi nasihat

Ciri-ciri :

  • Terdiri 2 baris/bait
  • Sajaknya aa
  • Baris 1 sebab
  • Baris 2 akibat

Contoh :

Kepada orang tua harus hormat

Agar selamat di dunia akhirat

3. Karmina (Pantun Kilat)

Berisi sindiran

Ciri-ciri :

  • Terdiri dari 2 baris/bait
  • Sajaknya aa
  • Berisi 1 sampiran
  • Berisi 2 isi

Contoh   :

Gendang gendut tali kecapi

Kenyang perut senanglah hati

4. Syair (Arab)

Ciri-ciri :

  • Terdiri dari 4 baris/bait
  • Sajaknya aaaa
  • Tidak mempunyai sampiran
  • Semua isi

Contoh :

Nyanyian berkumandan sendu

Membelai langit-langit harapanku

Menggapai bintang pujaanku

Hingga sampai dalam dekapan kalbu

5. Talibun (Pantun asal bilangannya genap)

Pantun yang terdiri dari 6 baris

Ciri-ciri :

  • Terdiri dari 6,8,10 per baitnya asal bilangannya genap
  • Banyak suku kata 8-12
  • Rumus sajaknya : 6 baris/bait : abc abc

8 baris/bait : abcd abcd

10 baris/bait : abcde abcde

Contoh pantun 6 seuntai :

Kalau anak pergi ke pasar

Yuk beli belanak pun beli

Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berlayar

Ibu cari anak pun cari

Induk senang cari dahulu

B. Puisi Baru

1. Berdasarkan bentuk

1. Distikon terdiri dari 2 baris

2. Terzina terdiri dari 3 baris

3. Kuantrin terdiri dari 4 baris

4. Kwint terdiri dari 5 baris

5. Sektet terdiri dari 6 baris

6. Septima terdiri dari 7 baris

7. Oktav terdiri dari 8 baris

8. Soneta/Stanza terdiri dari 14 baris

9. Puisi bebas = tidak terikat baris

2. Berdasarkan isi

1. Himne : Berisi pujian kepada Tuhan

2. Epigram : Berisi semangat hidup

3. Romance : Berisi tentang percintaan

4. Balada : Berisi cerita sedih

5. Satire : Berisi kritikan

6. Odalode : Pujian kepada pahlawan

7. Elegi : Berisi kesedihan & duka yang sangat mendalam


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.